Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Januari 2014

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam



IPA adalah studi mengenai alam sekitar, dalam hal ini berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja, tetapi juga merupakan suatu proses penemuan dalam pembelajaran IPA.
Pembelajaran IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. Pendidikan IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompotensi agar siswa mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk mencari tahu dan berbuat sehingga dapat membantu siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. Karena itu, pendekatan yang diterapkan dalam menyajikan pembelajaran IPA adalah memadukan antara pengalaman proses IPA dan pemahaman produk serta teknologi IPA dalam bentuk pengalaman langsung yang berdampak pada sikap peserta didik yang mempelajari IPA.

1.      Hakekat Ilmu Pengetahuan Alam
Pada hakekatnya, IPA dapat ditinjau dari tiga segi yaitu dari produk, proses, dan pengembangan sikap.
a.      IPA sebagai Produk
IPA sebagai produk merupakan hasil upaya para perintis IPA terdahulu dan umumnya telah tersusun secara lengkap dan sistematis dalam bentuk buku-buku teks dan film-film dokumen dalam bentuk CD atau DVD yang kesemuanya dapat dianggap sebagai body of knowledge.
Di dalam pengajaran IPA guru dituntut untuk dapat mengajak peserta didiknya memanfaatkan alam sekitar sebagai sumber.
b.      IPA sebagai Proses
IPA sebagai proses adalah proses mendapatkan IPA yang disusun melalui metode ilmiah. Anak-anak usia MI, metode ilmiah dikembangkan secara bertahap berkesinambungan, dengan harapan bahwa pada akhirnya akan terbentuk paduan yang lebih utuh sehingga harapannya anak-anak MI mampu melakukan penelitiah secara sederhana.
c.       IPA sebagai Pemupuk Sikap.
Sikap ilmiah yang memungkinkan dapat dikembangkan pada anak usia MI adalah:
·         Sikap ingin tahu;
·         Sikap ingin mendapatkan sesuatu yang baru;
·         Sikap kerjasama;
·         Sikap tidak putus asa;
·         Sikap tidak berprasangka;
·         Sikap mawas diri;
·         Sikap bertanggung jawab;
·         Sikap berpikir bebas; dan
·         Sikap kedisiplinan diri.

Sikap ilmiah tersebut dapat dikembangkan tatkala peserta didik melakukan diskusi, percobaan, simulasi, atau kegiatan observasi lapangan. 
2.      Pembelajaran IPA yang Konstruktif dalam Strategi Pembelajaran Aktif
Constructivism ia theory that assumes knowledge cannot exist outside the minds  of thinking person. .Joseph Novak defenis constructivism as the notion that humans construct or build meaning into their ideas and experiences as a result of an effort to understand or to  make sense of them[1].

Strategi Pembelajaran Aktif di IPA



Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan kompotensi dalam belajar mengajar (KBM)  agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan dan keterampilan. Pendidikan adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh setiap individu, baik formal maupun pendidikan non formal. Di sekolah guru merupakan orang tua bagi peserta didik, yang mempunyai tanggung jawab akan kemajuan prestasi peserta didik.
Di Indonesia pendidikan formal merupakan salah satu wadah untuk menuntut ilmu pengetahuan. Pendidikan merupakan salah satu usaha yang dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia sehingga mampu memenuhi tuntutan dan kebutuhan pembangunan. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertangggung jawab.[1]

Sebagaimana tujuan pendidikan nasional yang telah disebutkan di atas di dalamnya terkandung salah satu usaha membina manusia agar bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan falsafah Pancasila. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian yang serius agar tujuan pendidikan agama yang merupakan subsistem dari pendidikan nasional dapat terealisasi dan ditinjau dari ajaran agama.
Pendidikan merupakan usaha yang lebih banyak ditekankan untuk mengembangkan agar  peserta didik lebih mampu memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam. Pola pembinaan pendidikan dikembangkan dengan menekankan keterpaduan antara tiga lingkungan yaitu keluarga, sekolah dan masyrakat, sehingga ruang lingkup pembinaan yang dilakukan oleh guru menjadi luas, tidak hanya sebagai profesi pembinaan di sekolah tetapi bagaimana seorang guru tersebut bisa menjadi teladan hidup bagi peserta didiknya.[2]
Dalam proses belajar, meningkatkan belajar sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai semangat dalam belajar tidak akan mungkin mempunyai prestasi belajar yang baik.[3] Proses belajar peserta didik itu timbul dan berkembang terdapat dalam dua dasar utama yakni yang pertama dengan intrinsik, yaitu mendorong prestasi belajar peserta didik yang timbul dari diri individu sendiri tanpa ada paksaan dan dorongan dari orang lain. Yang kedua ekstrinsik, yaitu dorongan yang timbul dari luar diri individu atau dari orang lain.[4]
Pengajaran merupakan aktivitas (proses) yang sistematis terdiri atas banyak komponen. Masing-masing komponen pengajaran tidak bersifat parsial (terpisah) atau berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus berjalan secara teratur, saling bergantung, komplementer dan berkesinambungan. Secara umum dapat dikatakan bahwa keberhasilan suatu pembelajaran tergantung kepada guru dan juga peserta didik. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakannya. Guru bertindak sebagai pengelola kelas, fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi belajar-mengajar yang efektif, untuk itu diperlukan pengelolaan pengajaran yang baik dan harus dikembangkan berdasarkan pada prinsip-prinsip pengajaran. Guru harus mempertimbangkan strategi pengajaran yang sistematis, bersifat konseptual tetapi praktis, realistik dan fleksibel.[5]
Dalam pendidikan, masalah yang sering muncul adalah kurangnya tenaga pendidik yang profesional. Mengajar adalah mengorganisasikan hal–hal yang berhubungan dengan belajar, dapat dilihat pada segala macam situasi mengajar, yang baik maupun yang buruk. Mengajar dapat dipandang sebagai usaha menciptakan situasi yang diharapkan agar anak dapat  belajar dengan efektif.
Para guru tentunya menginginkan kelas dimana peserta didik-peserta didiknya mempunyai dorongan intrinsik. Tetapi pada kenyataannya seringkali tidak demikian, karena itu guru harus menghadapi tantangan untuk membangkitkan prestasi belajar peserta didik-peserta didiknya dengan berbagai macam strategi yang tepat.[6]
Untuk mencapai tujuan pendidikan diperlukan dukungan pendidikan yang tepat diharapkan dapat memperlancar keberhasilan kegiatan belajar-mengajar, dimana proses pendidikan diperlukan adanya interaksi aktif. Roestiyah, NK. menerangkan:
”Bila guru memerlukan beberapa tujuan untuk dicapainya, maka ia perlu mengenal dan menguasai dengan baik sifat-sifat dari setiap teknik penyajian sehingga ia mampu pula mengkombinasikan penggunaan beberapa tujuan yang telah dirumuskan itu dan tidak terasa kaku antara perubahan dari teknik yang satu kepada teknik yang lain”.[7]

Sabtu, 21 April 2012

Materi IPA SD Kelas IV Semester I – Perubahan Wujud Benda (www.preceptorial.com/)


1. Mencair
Mencair adalah proses perubahan wujud dari padat menjadi cair. Contohnya Lilin yang dibakar akan meleleh dan mencair, es batu mencari karena pemanasan suhu
2. Membeku
Membeku adalah proses perubahan wujud dari cair menjadi padat. Contohnya proses air yang dimasukan kedalam kulkas sehingga air berubah menjadi es batu.
3. Menguap
Menguap adalah proses perubahan wujud dari cair menjadi gas. Contohnya proses pemanasan air didalam panci hingga mendidih dan berubah menjadi panas, bila air dipanaskan terus menerus maka air akan habis
4. Mengembun
Mengembun adalah proses perubahan wujud dari gas menjadi cair. Contohnya awan menjadi hujan dan embun. Proses pengembunan dapat dilihat pada waktu pagi hari kita akan melihat titik-titik embun yang menempel pada daun tanaman
5. Menyublim
Menyublim adalah proses perubahan wujud dari padat menjadi gas. Contohnya pada waktu kita menyimpan baju dilemari kita sering memberikan kapur barus (kamper), kamper itu lama-lama akan habis dengan sendirinya.
6. Mengkristal
Mengkristal adalah perubahan wujud dari gas menjadi padat

MANUSIA, HEWAN, & TUMBUHAN (Sumber: http://ilsasyabira.blogspot.com)


A. Rangka Manusia
Ada 3 tulang penyusun rangka manusia :
1. Tulang rawan
2. Tulang keras
3. Tulang ikat sendi

Sendi : Sambungan antara tulang-tulang
Karena sensi ini tulang-tulang kita dapat bergerak

Macam-macam sendi :
a. sendi pelana
dapat bergerak dua arah
contoh : pada ibu jari

b. sendi engsel
hanya dapat bergerak satu arah
contoh : sendi pada siku dan lutut

c. sendi peluru
dapat bergerak ke semua arah
contoh : pada bahu

d. sendi gulung (putar)
salah satu tulang berfungsi sebagai poros
contoh : tulang hasta dan tulang pengumpil

Berdasarkan jenisnya, tulang dibedakan menjadi :
a. Tulang rawan
b. Tulang keras
c. Tulang ikat sendi

Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan menjadi :
a. Tulang pendek (seperti pipa)
b. Tulang pipa (berbentuk bulat pendek)
c. Tulang pipih (betuknya ppiph)

Rangka manusia dibagi menjadi 3 bagian:
1. Rangka Kepala
Bagian-bagiannya :
a. Tulang tengkorak belakang
b. Tulang dahi
c. Tulang ubun-ubun
d. Tulang pelipis
e. Lekuk mata
f. Tulang air mata
g. Tulang pipi
h. Tulang hidung
i. Rahang atas
j. Rahang bawah

2. Rangka Badan
Bagian-bagiannya :
a. Tulang Belakang
Terdapat tulang-tulang kecil beruas-ruas
Jumlahnya 33 tulang, terdiri atas :
• 7 ruas tulang leher
• 12 ruas tulang punggung
• 5 ruas tulang pinggang
• 5 ruas tulang kelangkang
• 4 ruas tulang ekor

b. Tulang rusuk
Ada 3 macam tulang :
• 7 pasang rusuk sejati
• 3 pasang rusuk palsu
• 2 pasang rusuk melayang

c. Tulang dada
Ada 3 macam tulang :
• Hulu tulang dada
• Badan tulang dada
• Tulang taju pedang

d. Tulang bahu
Ada 3 macam tulang :
• 2 tulang belikat
• 2 tulang paruh gagak
• 2 tulang selangka

e. Tulang panggul
Ada 3 macam tulang :
• 2 tulang usus
• 2 tulang duduk
• 2 tulang kemaluan

3. Rangka Anggota Gerak
Terdiri dari 2 bagian :
a. Tulang lengan
Macam-macam tulang lengan :
1) Tulang lengan atas
2) Tulang pengumpil
3) Tulang hasta
4) Tulang pergelangan tangan
5) Tulang telapak tangan
6) Tulang jari-jari tangan

b. Tungkai (kaki)
1) Tulang paha
2) Tulang tempurung lutut
3) Tulang kering
4) Tulang betis
5) Tulang pergelangan kaki
6) Tulang telapak kaki
7) Tulang ruas jari kaki


Kegunaan Rangka Manusia
a. Rangka Kepala

Fungsinya :
Melindungi bagian-bagian yang sangat penting : otak, mata, hidung, dan telinga

b. Rangka Badan
Fungsinya :
• Melindungi jantung, paru-paru, sumsum tulang belakang
• Sebagai penegak tubuh
• Sebagai pembentuk tubuh

c. Rangka Anggota Gerak
Fungsinya :
Sebagai alat penggerak (tangan dan kaki)

• Secara umum, fungsi rangka manusia adalah untuk :
o Melindungi organ-organ penting pada tubuh
o Menegakkan tubuh dan bagian-bagian tubuh lainnya
o Memberi bentuk pada tubuh
o Tempat melekatnya otot, sehingga tulang-tulang pada persendian mudah bergerak

• Penyakit pada rangka manusia
1. Rakhitis
Penyakit karena kekurangan atau kelebihan salah satu zat makanan

2. Tapak heper
Penyakit yang menyerang tubuh sebelah dalam kaki sehingga kaki tidak dapat melengkung ke atas

3. Kanker tulang
4. TBC tulang

B. Alat Indera (Pancaindra)
a. Mata
Bagian-bagian mata :
1. Bola mata
Di tengah bola mata terdapat bulatan berwarna cokelat, ada pula yang berwarna biru. Bulatan ini disebut selaput pelangi atau iris
2. Alis mata
3. Kelopak mata
4. Bulu mata
5. Kornea (Selaput tanduk)
6. Lensa mata
7. Saraf mata
8. Retina (Selaput jaring)
9. Anak mata (pupil)
Di tengah-tengah selaput pelangi terdapat bintik hitam yang disebut pupil atau anak mata
b. Telinga
Secara umum bagian-bagian telinga adalah :
1. daun telinga
2. lubang telinga
3. selaput gendang
4. tulang martil
5. tulang landasan
6. tulang sanggurdi
7. rumah siput
8. urat saraf
9. saluran Eustachius

Terdiri atas 3 bagian :
a) Bagian luar
Terdiri atas :
1. daun telinga
2. lubang telinga

b) Bagian tengah
1) Selaput gendang
2) Tiga tulang pendengar (Tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi)
Telinga bagian tengah terhubung dengan rongga mulut. Dan penghubungnya ini dinamakan Saluran Eustachius

c) Bagian dalam
1) Tingkap jorong
2) Tingkap bundar
3) Rumah siput
Tempat terdapatnya kedudukan ujung saraf dan alat keseimbangan

c. Hidung
Bagian-bagian hidung :
1. lubang hidung
2. bulu-bulu halus
3. saraf penciuman
4. tenggorokan

d. Lidah
Permukaan lidah berbintil-bintil. Pada bagian inilah terdapat saraf pengecap.

Bagian-bagian lidah :
1. Bagian depan / ujung lidah
2. Pengecap rasa manis dan asin
3. Bagian tepi belakang
4. Pengecap rasa masam
5. Bagian tengah belakang / pangkal lidah
6. Pengecap rasa pahit

e. Kulit
Kulit terdiri atas 2 lapisan , yaitu : kulit ari dan kulit jangat
Dibawah kulit ari terdapat ujung-ujung saraf perasa yang akan menerima rangsangan kemudian diteruskan ke otak

Bagian-bagian kulit :
1. rambut
2. ujung saraf indra
3. butir-butir lemak
4. kelenjar keringat
5. pembuluh darah

Sel kulit ari yang sudah mati dan mengelupas disebut lapisan tanduk
Pada kulit jangat terdapat pembuluh darah, kelenjar keringat, dan ujung saraf

Kegunaan alat Indra

a. Mata
Sebagai indra penglihat.
• Bulu mata berfungsi untuk mengurangi cahaya yang masuk ke mata
• Alis mata untuk menghalangi masuknya keringat ke dalam mata
• Otot mata untuk menggerakkan mata serta mengubah tebal dan tipisnya lensa mata. Kemampuan mata untuk menebal dan menipiskan lensa mata disebut daya akomodasi
• Pupil untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke dalam mata
• Retina sebagai tempat menerima bayang-bayang benda sehingga kita dapat melihat benda. Itu

Kelainan alat indra Mata
1) Rabun jauh (Miopi)
Penderita ini tidak dapat melihat benda yang jaraknya jauh
Penderita dibantu dengan kacamata berlensa cekung (negatif)

2) Rabun dekat (Hipermetropi)
Penderita ini tidak dapat melihat benda yang jaraknya dekat
Penderita dibantu dengan kacamata berlensa cembung (positif)

3) Presbiopi
Penderita tidak dapat melihat benda yang jaraknya jauh maupun dekat. Karena daya akomodasinya sangat lemah.
Penderita dibantu dengan kacamata berlensa rangkap :cembung (positif) dan cekung (negatif)
Lensa cembung terletak di bagian bawah dan Lensa cekung terletak di bagian atas

4) Katarak disembuhkan dengan cara membersihkan lapisan-lapisan yang menghalangi pupil.
5) Trakoma merupakan penyakit menular pada mata

b. Hidung
Sebagai indra pembau atau pencium.
Apabila saat influenza, selaput hidung mengeluarkan banyak lendir.
Bau / aroma suatu benda masuk
ke hidung ke urat saraf ke otak

Udara yang masuk ke hidung dibersihkan oleh bulu-bulu hidung kemudian masuk ke paru-paru.

c. Telinga
Sebagai indra pendengar .
Bunyi dari luar
akan diterima oleh selaput gendang dan diteruskan ke telinga bagian tengah diteruskan ke rumah siput (telinga bagian dalam) didalam rumah siput terdapat cairan yang akan bergetar saat menerima bunyi getaran cairan ini akan merangsang ujung-ujung saraf kemudian dikirm ke otak

d. Lidah
Fungsi lidah :
1. sebagai indra pengecap
2. mengucapkan guruf
3. membantu dan mengatur posisi makanan didalam mulut agar bercampur dengan air liur dan terkunyah dengan baik
4. membantu menelan makanan


Penggolongan hewan
Penggolongan hewan berdasarkan makananya :

Herbivora Hewan pemakan tumbuhan
Karnivora Hewan pemakan daging
Omnivora Hewan pemakan tumbuhan dan daging
Insektivora Hewan pemakan serangga
Hewan pemakan bangkai

Tubuh Tumbuhan

Bagian-bagian tubuh tumbuhan :
1. Akar
Kegunaan akar :
• menyerap air dan zat-zat makanan dari dalam tanah
• menegakkan batang tumbuhan
• menyimpan persediaan makanan

Bagian-bagian akar :
• tudung akar : sebagai pelindung akar dan selalu berlendir agar mudah menembus tanah
• bulu-bulu akar : sebagai pengisap air dan sari-sari makanan dari tanah
• pangkal akar
• ujung akar
• batang akar
• cabang akar
• serabut akar

Ada 3 jenis akar :
• Akar tunggang
Akar yang bentuknya besar. Lurus masuk ke dalam tanah, dan memiliki cabang-cabang kecil yang tumbuh ke samping
Terdapat pada tumbuan dikotil

Contoh :
Wortel adalah akar (akar tombak).
Bengkuang adalah akar (akar gasing)




• Akar serabut
Akar yang jumlahnya sangat banyak dan kecil-kecil halus
Contohnya : padi, jagung, dan kelapa

• Akar gantung
Contoh tumbuhan yang memiliki akar gantung adalah pohon beringin

• Akar penggerek (pengisap)
Tumbuhan benalu memiliki akar penggerek yang berguna mengisap makanan dari inangnya (tumbuhan yang ditumpanginya)

• Akar lekat
Akar ini keluar dari buku batang yang berfungsi untuk menempel pada tumbuhan lain.
Tumbuhan yang memiliki akar jenis ini hanya menempel saja dan tidak mengisap.
Contohnya adalah anggrek dan sirih

• Akar napas
Akar ini tumbuh tegak lurus ke permukaan air atau tanah. Guna mengisap oksigen.
Contohnya :
Tanaman bakau dan tanaman korek api

• Akar tunjang
Berfungsi sebagai penunjang atau penopang batang. Contohnya :tanaman pandan

• Akar tinggal (Rhizoma)
Sebenarnya bukan akar tepai batang yang tumbuh mendatar didalam tanah.
Contohnya :
Jahe, kunyit, temulawak, dan lengkuas

• Akar sulur (akar pembelit)
Akar ini tumbuh pada dasar tangkai daun yang memanjat.
Contohnya : tumbuhan vanili

• Akar papan (akar banir)
Bentuknya seperti papan dan berfungsi untuk memperkuat batang pohon yang tinggi besar.
Contohnya :pohon kenari dan sukun


2. Batang
Tempat tumbuhnya ranting, daun, buah dan bunga
Fungsinya :
• Saluran pengangkutan air dan zat makanan dari akar ke daun
• Tempat menyimpan cadangan makanan
• Menyokong dan menguatkan tumbuhan
• Sebagai alat perkembangbiakan (misalnya cangkok dan stek)
• Tempat melekatnya daun

Pohon menjadi besar karena pada batang terdapat kambium
Perbedaan batang tumbuhan :
a. Batang berkayu
Ciri-cirinya :
• Berwarna cokelat
• Keras
• Tidak mudah patah
Contohnya : Pohon durian, pohon mangga, pohon beringin, dan lain-lain

b. Batang tidak berkayu
Ciri-cirinya :
• Berwarna agak kehijauan
• Mudah dilipat atau lunak
Contohnya : jagung, padi, dan pisang

3. Daun
Berfungsi sebagai tempat membuat makanan dengan bantuan cahaya matahari (fotosintesis)
Daun berwarna hijau karena mengandung klorofil.

Berdasarkan jenisnya ada daun lengkap dan daun tidak lengkap.
• Daun lengkap terdiri dari : pelepah daun, tangkai daun, dan helaian daun
Contohnya : daun pisang, dan daun jambu

• Daun tidak lengkap, yaitu daun yang slaah satu bagiannya tidakada
Contohnya :
Tempuyung hanya terdiri dari helaian daun
Daun mangga dan daun nagka terdiri dari tangkai dan helaian daun
Padi dan jagung hanya terdiri dari pelepah dan helaian daun

Penggolongan daun berdasarkan susunan tulangnya:
• Daun bertulang menjari (seperti jari)
Contohnya : daun pepaya dan singkong

• Daun bertulang menyirip (seperti sirip ikan)
Contohnya : daun mangga, daun nangka, dan daun jambu

• Daun bertulang melengkung
Contohnya : daun genjer dan sirih

• Daun bertulang sejajar atau lurus
Contohnya : daun jagung, padi, dan ilalang

Pada satu tangkai daun memiliki beberapa cabang dan pada cabang tangkai terdapat helaian-helaian daun, daun semacam ini disebut Daun majemuk
Daun yang hanya memiliki satu helai pada satu tangkai disebut daun tunggal


4. Bunga
Berfungsi sebagai alat perkembangbiakan, karena terdapat benang sari dan putik sari.

Bagian-bagian bunga :
a. Benang sari (alat kelamin jantan)
Terdapat disekitar tangkai putik.
Benang sari terdiri dari serbuk sari, tangkai sari dan kepala sari.

b. Putik (alat kelamin betina)
Pada putik terdapat bakal buah, tangkai putik, dan kepala putik.

c. Tangkai bunga
Bagian yang menghubungkan antara bunga dan ranting

d. Kelopak bunga
Ada di ujung tangkai bunga. Ketika masih menguncup, kelopak menutup mahkota bunga.

e. Mahkota bunga

Bunga jantan : bunga yang tidak memiliki putik
Bunga betina : bunga yang tidak memiliki benang sari.
Bunga sempurna (hermafrodit) : bunga yang memiliki putik dan benang sari
Bunga tidak sempurna : bunga yang hanya memiliki putik atau benang sari saja.

5. Buah
Buah merupakan tempat menyimpan cadangan makanan

Ada 2 jenis buah :
a. Buah semu
Buah yang bukan berasal dari bakal buah tetapi terbentuk dari tangkai bunga (jambu monyet) atau mahkota bunga (nagka)

b. Buah sejati
Buah yang berasal dari bakal buah. Seperti mangga dan pepaya

6. Biji
Biji : alat perkembangbiakan pada tumbuhan
Macam-macam biji :
• Biji tunggal atau berkeping satu
Contohnya : salak
• Biji berkeping dua
Contohnya : rambutan

DAUR HIDUP HEWAN

Metamorfosis sempurna : Perubahan bentuk pada hewan yang mengalami masa kepompong
Metamorfosis tidak sempurna :Perubahan bentuk pada hewan yang tidak mengalami masa kepompong

Kepompong : bakal serangga sebelum berubah menjadi serangga, biasanya terbungkus

b. Daur hidup kupu-kupu
Mengalami Metamorfosis sempurna
Telur
ulat kepompong kupu-kupu

c. Daur hidup nyamuk
Mengalami metamorfosis sempurna
Telur
jentik/tempayak kepompong nyamuk

d. Daur hidup kecoa
Mengalami metamorfosis tidak sempurna
Telur
kecoa kecil (mirip induknya) kecoa dewasa

e. Daur hidup katak
Mengalami metamorfosis sempurna
Telur
berudu awal berudu air berudu tumbuh ekor dan kaki belakang kaki depan tumbuh dan ekor memendek katak muda katak dewasa


SALING KETERGANTUNGAN ANTAR MAKHLUK HIDUP

1. Hubungan antarmakhluk hidup

Simbiosis mutualisme : hubungan antara dua makhluk berbeda yang saling menguntungkan
Contohnya : bunga dan kupu-kupu
Simbiosis parasitisme: hubungan antara dua makhluk berbeda yang salah satunya dirugikan
Contohnya : benalu dan pohon mangga

2. Hubungan antarmakhluk hidup dengan lingkungannya
• Populasi :
kumpulan makhluk hidup di suatu tempat pada waktu tertentu
• Komunitas :
populasi-populasi makhluk hidup yang menempati tempat tertentu dan saling berhubungan satu dengan yang lainnya
• Ekosistem :
kumpulan komunitas yang saling berhubungan dengan lingkungannya
• Rantai makanan :
peristiwa makan dimakan dengan sutu urutan tertentu
• Jaring-jaring makanan :
kumpulan beberapa rantai makanan yang saling berhubungan di dalam suatu komunitas atau ekosistem


SIFAT BENDA

A. Benda padat
Sifatnya : memiliki bentuk dan volume yang tetap atau tidak berubah-ubah

B. Benda cair
Sifat-sifatnya :
a. Bentuk dan volumenya mengikuti wadah yang ditempatinya
b. Memiliki berat
c. Benda cair yang tenag selalu mendatar
d. Mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah
e. Dapat menekan ke segala arah
f. Meresap melalui celah-celah kecil

C. Benda gas
Sifat-sifatnya :
a. Terdapat dimana-dimana
b. Menempati ruang
c. Memiliki berat
d. Memberi tekanan
e. Dapat mengembang dan menyusut

D. Perbedaan sifat benda
• Benda padat : isi dan bentuk tidak berubah
• Benda cair : isi tetap, bentuk berubah
• Benda gas : isi dan bentuk berubah

E. Perubahan wujud benda
• Mencair atau melebur
Perubahan wujud benda dari zat padat menjadi zat cair
Contohnya : Es batu yang dipanaskan

• Menguap
Perubahan wujud benda dari zat cair menjadi zat gas
Contohnya : air yang dipanaskan

• Mengembun
Perubahan wujud benda dari zat gas menjadi zat cair
Contohnya :

• Membeku
Perubahan wujud benda dari zat cair menjadi zat padat
Contohnya : air yang didinginkan

• Menyublim
Perubahan wujud benda dari zat padat menjadi zat gas
Contohnya : kapur barus

• Deposisi
Perubahan wujud benda dari zat gas menjadi zat padat
Contohnya :

HUBUNGAN ANTARA SIFAT BAHAN & KEGUNAANNYA

• Sifat setiap bahan berbeda-beda
• Bahan atau benda bersifat tidak tembus air biasa digunakan untuk payung, jas hujan, atau penutup barang yang tidak boleh terkena air
Contohnya :
• Bahan atau benda yang tembus air dan dapat menyerap biasa digunakan untuk mengepel lantai, mengelap keringat, atau membersihkan benda-benda yang basah untuk dikeringkan
Contohnya : kain, saputangan,

GAYA

Gaya adalah dorongan atau tarikan yang dapat mempengaruhi keadaan atau kedudukan suatu benda
Dinamometer adalah alat untuk mengukur besarnya gaya (dengan satuannya Newton)
Macam-macam gaya :
1) Gaya listrik
Gaya yang disebabkan oleh tenaga listrik

2) Gaya magnet
Gaya yang disebabkan oleh tarikan atau dorongan magnet

3) Gaya gravitasi
Gaya yang disebabkan oleh gaya tarik bumi

4) Gaya gesek
Gaya yang disebabkan oleh bergesekkannya dua buah benda

5) Gaya pegas
Gaya yang dihasilkan dari elastis pegas atau karet

6) Gaya otot
Gaya yang dihasilkan dari tenaga otot anggota tubuh manusia ataupun hewan

Sifat gaya :
• Gaya dapat mengakibatkan benda bergerak, misalnya ditendang, dilempar, disentuh, ditarik, didorong, atau ditekan. Gaya gravitasi pun dapat mempengaruhi gerak benda
• Gaya dapat mengubah bentuk dan gerak benda

Berat jenis adalah bilangan yang menyatakan berapa kilogram berat benda dengan volume 1 dm3 atau berapa gram berat dalam 1 cm3

Keadaan benda di air :
• Benda terapung
Jika berat jenis benda lebih kecil daripada berat jenis air

• Benda melayang
Jika berat jenis benda sama dengan berat jenis air

• Benda tenggelam
Jika berat jenis benda lebih besar daripada berat jenis air